April 8, 2008 oleh Abu Alkayyis
Zuhud adalah salah satu akhlak utama seorang muslim. Terutama saat di hadapannya terbentang lebar kesempatan untuk meraih dunia dengan segala macam perbendaharaannnya. Apakah itu kekuasaan, harta, kedudukan, dan segala fasilitas lainnya. Karenanya, zuhud adalah karakteristik dasar yang membedakan antara seorang mukmin sejati dengan mukmin awam. Jika tidak memiliki keistimewaan dengan karakteristik ini, seorang mukmin tidak dapat dibedakan lagi dari manusia kebanyakan yang terkena fitnah dunia.
Apalagi seorang dai. Jika orang banyak mengatakan dia ”sama saja”, tentu nilai-nilai yang didakwahinya tidak akan membekas ke dalam hati orang-orang yang didakwahinya. Dakwahnya layu sebelum berkembang. Karena itu, setiap mukmin, terutama para dai, harus menjadikan zuhud sebagai perhiasan jati dirinya.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Zuhud | Bertanda Religion | Leave a Comment »
Maret 24, 2008 oleh Abu Alkayyis
Al Ghazali rah.a berkata: Ketahuilah mungkin ada yang mengira orang yang zuhud adalah orang yang mininggalkan harta, padahal tidakla demikian. Karena mininggalkan harta dan menampakkan hidup prihatin sangat mudah bagi orang yang mencintai pujian sebagai orang zuhud. Betapa banyak rahib yang setiap hari memakan makanan sedikit dan selalu tinggal di biarayang tidak berpintu, tapi tujuannya agar keadaaan mereka diketahui orang dan mendapatkan pujian. Hal ini jelas tidak menunjukkan zuhud. Ada tiga tanda zuhud yang harus ada pada batin seseorang:
1. Tidak bergembira dengan apa yang ada dan tidak bersedih karena hal yang hilang.
Sebagaimana firman Allah, “Supaya kamu tidak berduka cita terhadap apa yang hilang dari kamu dan supaya kamu tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS Al Hadid: 23)
2. Sama saja disisinya orang yang memuji dan orang yang mencacinya.
3. Hendaknya Ia besama Allah dan Cinta Kepada Allah Mendominasi hatinya
Karena hati tidak dapat terbebas sama sekali dari cinta, cinta dunia atau cinta Allah. Kedua cinta ini di dalam hati bagaikan air dan udara di dalam gelas. Apabila air dimasukkan ke dalam gelas maka udara pun keluar. Setiap orang yang ‘akrab dengan Allah pasti ia akan sibuk dengan-Nya dan tidak akan sibuk dengan selain-Nya. Jadi tanda zuhud adalah tidak adanya perbedaan antara kemiskinan dan kekayaan; kemuliaan dan kehinaan; pujian dan celaan; karena adanya dominasi keakraban dengan Allah. Dari tanda-tanda ini muncul beberapa tanda lainnya.
Yahya bin Muadz berkata: “Tanda zuhud adalah kedermawanan dengan apa yang ada”.
Ibnu Khafif berkata: “Tandanya adalah adanya rasa lega dalam keluar dari kepemilikan.” Ia juga berkata: “Zuhud adalah menghindari dunia tanpa terpaksa.”
Ahmad bin Hanbal berkata: “Tanda zuhud adalah pendeknya angan-angan.”
Al Fudhail berkata: “Allah menjadilan segenap keburukan dalam rumah dan kuncinya adalah cinta dunia. Dan Allah menjadikan segenap kebaikan dalam rumah dan kuncinya adalah zuhud dari dunia.”
Ditulis dalam Zuhud | Leave a Comment »